Penjadwalan Proses

multilevel queue

Kali ini Admin bahas tentang penjadwalan proses, ini materi di mata kuliah system operasi. Ada 4 algoritma penjadwalan yang dibahas disini, yaitu : Priority Scheduling, Round Robin, Multilevel Queue, Multilevel Feedback Queue.

  1. Priority Scheduling

Adalah algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas tertinggi. prioritas suatu proses dapat ditentukan melalui : Time limit. Memory requirement. Akses file. Perbandingan antara I/O Burst dengan CPU Burst. Tingkat kepentingan proses.

Priority Scheduling dapat dijalankan secara preemptive(jika ada suatu proses yang baru datang memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada proses yang sedang dijalankan, maka proses yang sedang berjalan tersebut dihentikan, lalu CPU dialihkan untuk proses yang baru datang tersebut) maupun non-preemptive (proses yang baru datang tidak dapat menganggu proses yang sedang berjalan, tetapi hanya diletakkan di depan queue).

Kelemahannya : Bisa terjadi indefinite blocking (starvation)

Solusinya adalah aging, yaitu meningkatkan prioritas dari setiap proses yang menunggu dalam queue secara bertahap.

  1. Round Robin

Algoritma ini menggilir proses yang ada di antrian. tak ada proses yang diprioritaskan, semua proses dapat jatah waktu yang sama dari CPU.

Proses akan mendapat jatah sebesar time quantum. Jika time quantum-nya habis atau proses sudah selesai, CPU akan dialokasikan ke proses berikutnya.

Kelemahan:

Jika time quantum yang ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar proses tidak akan selesai dalam 1 time quantum. Sedangkan jika time quantum terlalu besar, algoritma Round Robin akan berjalan seperti algoritma First Come First Served

  1. Multilevel Queue

Ide dasar dari algoritma ini adalah berdasarkan pada sistem prioritas proses. Prinsipnya adalah, jika setiap proses dapat dikelompokkan berdasarkan prioritasnya, maka akan didapati queue.

Kelemahan : Suatu proses pada queue dengan prioritas rendah bisa saja tidak mendapat jatah CPU.

Solusinya adalah memodifikasi algoritma ini dengan adanya jatah waktu maksimal untuk tiap antrian,

jika antrian memakan terlalu banyak waktu, maka prosesnya akan dihentikan dan digantikan oleh antrian dibawahnya (batas waktu untuk tiap antrian bisa berbeda tergantung pada prioritas masing-masing antrian).

  1. Multilevel Feedback Queue

Mirip dengan algoritma Multilevel Queue. Bedanya adalah algoritma ini mengizinkan proses untuk pindah antrian.

Jika suatu proses menyita CPU terlalu lama, maka proses itu akan dipindahkan ke antrian yang lebih rendah. Ini menguntungkan proses interaksi, karena proses ini hanya memakai waktu CPU yang sedikit.

Demikian pula proses yang menunggu terlalu lama. Proses ini akan dinaikkan tingkatannya.

Biasanya prioritas tertinggi diberikan kepada proses dengan CPU burst terkecil, dengan begitu CPU akan terutilisasi penuh dan I/O dapat terus sibuk. Semakin rendah tingkatannya, panjang CPU burst proses juga semakin besar.

Algoritma ini didefinisikan melalui beberapa parameter, antara lain: Jumlah antrian, Algoritma penjadwalan tiap antrian, Kapan menaikkan proses ke antrian yang lebih tinggi, Kapan menurunkan proses ke antrian yang lebih rendah, Antrian mana yang akan dimasuki proses yang membutuhkan

Ayo ketik komentar!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s